Semangat B. Poniseh Rt 02 Rw 01 Dusun Sidomulyo dalam Membuat Jenang Suro untuk Perayaan Tahun Baru Islam 1446 H
- Jul 07, 2024
- ANANG KUSWAHYUDI
Kraton Yosowilangun, Lumajang, Ahad, 07 Juli 2024 - MenujubPerayaan Tahun Baru Islam 1446 H di Desa Kraton Yosowilangun Lumajang dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan tradisi yang khas. Salah satu tokoh yang menjadi pusat perhatian dalam perayaan ini adalah B. Poniseh, warga Rt 02 Rw 01 Dusun Sidomulyo, yang dengan penuh semangat dan dedikasi membuat sajian khas Jenang Suro.
**Dedikasi B. Poniseh**
B. Poniseh dikenal oleh warga desa sebagai sosok yang selalu berperan aktif dalam setiap acara tradisional dan keagamaan. Tahun ini, untuk perayaan Tahun Baru Islam 1446 H, beliau kembali menunjukkan semangatnya dengan membuat Jenang Suro, makanan khas yang selalu dinantikan setiap tahunnya.
"Dari dulu, setiap Tahun Baru Islam, saya selalu berusaha untuk membuat Jenang Suro. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk rasa syukur dan doa kita untuk tahun yang akan datang," ujar B. Poniseh.
**Proses Pembuatan Jenang Suro**
Pembuatan Jenang Suro membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. B. Poniseh memulai proses pembuatan sejak dini hari. Dengan bahan utama tepung beras, santan, dan berbagai rempah, beliau memasak jenang dengan diaduk terus-menerus hingga mendapatkan tekstur yang sempurna.
"Saya selalu berusaha menjaga rasa dan kualitas jenang ini. Setiap tahun, saya mencoba untuk mempertahankan cita rasa yang autentik, seperti yang diajarkan oleh nenek moyang kita," tambahnya.
**Antusiasme Warga**
Semangat B. Poniseh dalam membuat Jenang Suro turut menular kepada warga lain. Banyak yang datang ke rumahnya untuk membantu dan belajar proses pembuatan. "Saya senang bisa berbagi pengetahuan dan melihat banyak generasi muda yang antusias untuk belajar membuat Jenang Suro. Ini adalah warisan budaya kita yang harus terus dijaga," kata B. Poniseh dengan senyum bangga.
**Perayaan Tahun Baru Islam**
Acara puncak menuju perayaan Tahun Baru Islam di Desa Kraton Yosowilangun diwarnai dengan pembagian Jenang Suro kepada warga sekitar rumahnya. Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, di mana setiap keluarga membawa wadah untuk mendapatkan jenang yang telah disiapkan oleh B. Poniseh dan warga lainnya.
"Kami sangat menghargai usaha dan dedikasi B. Poniseh. Beliau adalah inspirasi bagi kita semua untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini," ujar Anang, Ketua Rt 02 Rw 01 Desa Kraton Yosowilangun, dalam sambutannya.
**Harapan di Tahun Baru**
Dengan semangat dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan ini, warga Desa Kraton Yosowilangun berharap Tahun Baru Islam 1446 H membawa keberkahan dan kedamaian. "Semoga kita semua diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah di tahun yang baru ini. Dan semoga tradisi ini terus hidup di hati kita semua," tutup B. Poniseh dengan penuh harapan.
**Penutup**
Kehadiran sosok seperti B. Poniseh di tengah masyarakat Desa Kraton Yosowilangun memberikan contoh nyata tentang pentingnya menjaga tradisi dan budaya. Dengan semangat dan dedikasinya, Jenang Suro menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam menyambut Tahun Baru Islam 1446 H. Semoga semangat ini terus diwariskan kepada generasi berikutnya, membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh warga desa. #jenang_suro #tahun_baru #hijriyah1446h #islam #tradisi