Kisah Berdirinya Musholla Al-Ikhlas Dusun Sidomulyo, Rt 02 Rw 01, Desa Kraton, Yosowilangun, Lumajang

  • Jul 13, 2024
  • ANANG KUSWAHYUDI

Pada suatu hari di awal tahun 2008, keinginan untuk mendirikan tempat ibadah yang layak semakin kuat di hati warga Dusun Sidomulyo. Masyarakat setempat merasakan kebutuhan akan sebuah musholla sebagai tempat mereka berkumpul untuk beribadah, mengaji, dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

Bermula dari obrolan ringan usai shalat berjamaah di rumah salah satu warga, Haji Abdul Kholim, ide ini kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih serius. Haji Abdul Kholim dikenal sebagai tokoh masyarakat yang dihormati di dusun tersebut. Ia memiliki visi besar untuk mempererat kebersamaan umat melalui keberadaan tempat ibadah yang nyaman dan layak.

Setelah beberapa kali pertemuan, diputuskan bahwa musholla ini akan dibangun di lahan wakaf milik Haji Abdul Kholim dan Hajjah Nur Laili yang terletak di tengah-tengah dusun. Lahan tersebut strategis dan mudah diakses oleh semua warga, menjadikannya lokasi yang ideal untuk musholla.

Proses penggalangan dana pun dimulai. Warga bergotong-royong memberikan sumbangan sesuai kemampuan masing-masing. Tidak hanya uang, banyak juga yang menyumbangkan tenaga dan bahan bangunan. Penggalangan dana juga dilakukan melalui pengajian-pengajian yang rutin diadakan di rumah-rumah warga. Dukungan datang tidak hanya dari dalam dusun, tetapi juga dari warga Desa Kraton yang turut merasakan pentingnya keberadaan musholla tersebut.

Pada tanggal 1 Mei 2008, pembangunan Musholla Al-Ikhlas resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Haji Abdul Kholim. Upacara ini dihadiri oleh seluruh warga dusun, tokoh masyarakat, dan ulama setempat. Nama "Al-Ikhlas" dipilih sebagai simbol keikhlasan dan kebersamaan warga dalam mewujudkan impian ini.

Pembangunan musholla berjalan dengan lancar berkat kerjasama dan semangat gotong-royong yang tinggi. Setiap hari, warga bergantian membantu pengerjaan bangunan, mulai dari penggalian pondasi, pemasangan bata, hingga pengecatan tembok. Selama proses pembangunan, musholla sementara didirikan dari bambu dan terpal agar kegiatan ibadah tetap bisa berjalan.

Setelah beberapa bulan pengerjaan, akhirnya pada 1 Juni 2008, Musholla Al-Ikhlas selesai dibangun. Bangunan ini sederhana namun kokoh, dengan ruang utama untuk shalat, tempat wudhu, dan halaman kecil untuk aktivitas keagamaan. Pada malam peresmiannya, diadakan acara tasyakuran yang dihadiri oleh seluruh warga dusun serta tokoh agama dan masyarakat. Acara ini diisi dengan doa bersama, ceramah agama, dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Sejak berdirinya Musholla Al-Ikhlas, kehidupan beragama di Dusun Sidomulyo semakin hidup. Musholla ini tidak hanya menjadi tempat shalat berjamaah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, dan tempat belajar mengaji bagi anak-anak. Musholla Al-Ikhlas menjadi simbol persatuan dan semangat gotong-royong warga Dusun Sidomulyo.

Kini, setiap kali warga memasuki musholla ini, mereka selalu teringat akan perjuangan dan keikhlasan yang telah dicurahkan untuk membangunnya. Musholla Al-Ikhlas menjadi saksi bisu dari kekuatan iman dan kebersamaan yang terus terjalin erat di antara warga Dusun Sidomulyo, Desa Kraton, Yosowilangun, Lumajang.

#tempat_ibadah #musholla #al_ikhlas #desa #kraton #yosowilangun #lumajang #jatim #kemenag #ngaji #barokah #jamaah #tpa #tpq #kominfo